a:hover { text-decoration:blink; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjObGRIfJUoSLP2mOUa8eoSSnMoRI2b6jAuGhH3YERNb7NeHLbn4KVO0UWQ_OUVT1hdHJmFaQicoUQHsnKBMHQ7c5PqX9laxfa4xXFTMDh6FqGfdHXtshltdGilCRFj9nnz4H_YAQzKop8/s1600/blink.gif); }
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

ARCI Memenangkan 3 Penghargaan dalam Festival Film Indie Jakarta 2011

Salam Cineas....

Hello Smadda..... Syukur alhamdulillah akhirnya apa yang dinanti dan dihrapkan oleh banyak siswa SMA Negeri 22 Surabaya terbayar dengan indah. Yuph.....setelah 3 minggu mendukung perjuangan Tim ARCI SMADDA (Arek Cinematografi SMA Negeri 22 Surabaya), akhirnya film indie yang diproduksi oleh ARCI Smadda menyabet 3 pengharaan sekaligus. 


Penghargaan yang didapatkan dari Festival Film Indie Jakarta Tahun 2011 yang diselenggarkan oleh MD (Mata Dewa) Production ini semakin menambah prestasi ARCI di tahun 2011 ini. Adapun gelar yang didapatkan ARCI Smadda dalam ajang Festival Film Indie Jakarta 2011, diantaranya : 

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Jumat, 16 September 2011

Sejarah sinematografi


Sejarah sinematografi sangat panjang, namun di sini tidak akan dibahas tentang “perjalanan” sinematografi dari awal. Kemajuan teknologi akan terus berkembang, demikian juga dengan teknologi sinematografi, sehingga kini dikenal dengan sinematografi digital. Kemajuan ini tentu saja akan lebih memudahkan para sineas dalam berkarya. Sebelum lebih lanjut membahas sinematografi, baiknya kita fahami dulu makna dari sinematografi itu sendiri. Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris cinematograhy yang berasal dari bahasa latin kinema gambar. Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide.
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar.Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam senematografi disebut montase atau montage.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Kamis, 15 September 2011

Sejarah Cinematografi

Sinematografi – Tinjauan Sejarah Singkat
Sinematografi adalah salah satu upaya manusia untuk menggambarkan kepada orang lain, melalui penggunaan teknik yang menggabungkan gambar gerak dan teks, dunia dan pesan tersebut mengalihkan karena ini dipahami oleh seniman. Dengan sinematografi panjang, satu hari ini menjelaskan disiplin membuat pilihan pencahayaan dan kamera saat merekam gambar foto untuk digunakan bioskop. Berdasarkan dua kata Yunani, sinematografi etimologis berarti "menulis dalam gerakan" dan diperkenalkan sebagai teknik baru untuk merekam gambar orang dan benda-benda saat mereka bergerak dan proyek mereka pada jenis layar. Dikombinasikan dengan patung, lukisan, tari, arsitektur, musik, dan sastra, sinematografi saat ini dianggap menjadi seni ketujuh.

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed

Profil ARCI Smadda

ARCI SMADDA atau singkatan dari Arek Cinematografi SMA Negeri 22 Surabaya. Berawal dari keinginan sebagian kecil siswa SMA Negeri 22 Surabaya untuk membuat sosiodrama untuk pelajaran sosiologi, selanjutnya mereka menempa diri untuk mencintai cinematografi. Berdiri sekitar tahun 2006 Cinematografi SMA Negeri 22 Surabaya yang dikenal dengan singkatan ARCI SMADDA (Arek Cinematografi SMA 22 Surabaya) terus berani dalam berkreasi, akhirnya dibentuklah wadah ekskul Cinematografi di sekolah ini.
Beberapa pijakan awal yang meronai perjalanan cinematografi ditandai dengan hasil produksi film indie dan prestasi. Ditempa dengan berbagai dasar-dasar produksi film hingga manajemen perfilman, para anggota cinematografi semakin terampil dalam memproduksi sekaligus mengorganisir manajemen film indie.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Digg
Facebook
Yahoo
Feed
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...