Salam Cineas....
Siang hari seusai pulang sekolah seorang anak perempuan bernama Nita duduk termenung di depan teras rumahnya. Dengan tatapan kosong , wajahnya seolah selalu terlihat sedih karena teringat akan suatu hal . Keceriaan yang dulu ada, seolah sekarang tak pernah terlihat lagi.
Seorang wanita separuh baya yaitu ibu Nita yang akhir-akhir ini melihat perilaku anaknya nampak cemas dan kawatir akan kondisi mental yang sedang dihadapi sang anak, Wajahnya nampak mengerutkan kening ketika melihat anaknya saat itu. Dan wanita itu berjalan menghampiri anaknya dan terjadilah perbincangan antara ibu dan anak ini.
Ibu : “sudahlah Nita” ( sambil membelai rambut anaknya )
Nita : ( menoleh dan memandang ibunnya dengan mata berkaca-kaca )
Ibu : “kematian Rico memang sudah takdir” (sambil tersenyum memberi semangat kepada Nita )
Nita : “ Tetapi bu .... hidupku terasa berbeda semanjak kematian Rico”
Ibu : “ Nit, ( sambil tersenyum ) ikhlaskan saja kepergiannya.... “
Nita : “ Tapiiii buuuu ......”
Ibu : “Ssssttttt ... dengarkan ibu ,ikhlaskan saja Rico agar dia tenang disisinnya. Kamu boleh mengingatnya tetapi jangan dengan kesedihan yang berlebihan. Karena itu tidak baik ..
Nita : “ Iya buu ...” ( sambil menahan tetesan air matannya yg jatuh )
Ibu : (tersenyum dengan mengelus pundak anaknya)
Nita : ( Nitapun meneteskan air mata , diapun berdiri dan bergegas ke kamar dengan tetesan air mata yang tak bisa di bendungnya lagi)